Kamis, 26 Januari 2012

Kedai Rakyat 1Malaysia


Bismillah,
Blogwalking hari ini sangat menyentuh sekali, bukalah laman web: http://www.kedairakyat1malaysia.com.my  Web Kedai Rakyat 1 Malaysia adalah bagian dari inisiatif 1Malaysia, diprakarsai oleh pemerintah dan Perdana Menteri YAB Dato 'Sri Najib Tun Razak sejalan dengan slogan 1Malaysia dari "Rakyat Didahulukan".
Kita berdo'a semoga orang-orang yang memegang kekuasaan di Indonesia tidak malu belajar dari Dato' Sri Najib, dibawah pemerintahannya tetap mementingkan kepentingan rakyatnya. Amiin..
Bersatulah wahai orang-orang yang diberi amanah... belajarlah, tak perlu malu, perangi para penjahat-penjahat yang mempermainkan harga pasar sembako dinegeri ini, agar rakyat bisa makan dengan kenyang. Bertakwa-lah kita semua kepada Rabb yang haq untuk disembah, Subhanahu wata'ala..
Agar negeri ini diberkahi, agar negeri ini dirahmati.. Amiin..

Kamis, 12 Januari 2012

Syarat Perpanjang Pajak Motor

Berikut Syarat pembayaran pajak Kendaraan Bermotor di Batam
1. Surat Keterangan Pajak Daerah (Asli)
2. BPKB (Asli)
3. KTP (Asli)
4. STNK (Asli)

Yang perlu anda lakukan:
1. Selesaikan Jual beli motor anda secara tuntas dengan Balik Nama.atas nama anda, karena akan memudahkan anda membayar pajak tanpa harus berurusan dengan para 'pencari kesempatan'.
2. Bayar sendiri Pajak motor anda.
3. Selalu mengecek Jatuh Tempo Pajak Kendaraan Anda secara berkala. Ini untuk menghindari denda.
4. Lebih cepat anda membayar, lebih baik.

Senin, 28 November 2011


10 Tips Tinggalkan Kebiasaan Buruk Merokok

1. Anggap bahwa rokok itu musuh yang nyata bagimu, jadikan rokok temennya setan, biar lebih jelas.
2. Perokok itu mulutnya bau seperti Asbak (Rossy Melanie, 1999)
3. Membuang uang yang sudah susah dicari. Jika ingin juga buanglah uang dikotak-kotak infaq.
4. 'Tuhan' 9 senti (Taufiq Ismail)
5. Tidak ada hubungan antara mood dan merokok, yang ada adalah anda yang kecanduan.
6. Merokok adalah HAM, jika para perokok menelan 100% asapnya, Perokok adalah Pelanggar HAM.
...

Masa Muda kemana Engkau?

Pepatah arab:
Seandainya masa muda itu bisa kembali satu hari saja,
Maka akan kuceritakan bagaimana rasanya masa tua

Untuk teman-temanku, camkanlah pepatah diam yang sangat dalam maknanya diatas...
Jangan pernah engkau sia-siakan hari-harimu yang indah menjadi kenangan akan yang disesali diakhir hidup...
Carilah ilmu akhirat untuk menjaga duniamu...
Hidup ini tak lebih dari sekelebat waktu sore yang segera menyeruap pergi di telan gelap...
Engkau, janganlah sia-siakan masa mudamu
...

Rabu, 09 November 2011

Pendidikan Anak: Warnet, Inkubator Anak menjadi Dewasa sebelum waktunya

Dia, sebut saja D, anak laki-laki berumur 5 tahun, sebaya dengan anak saya yang kedua. Sepintas tidak ada yang aneh dengan D ini, ceria, bermain, menangis, jajan, atau apalah segala macam dunia anak yang tiap hari melintas didepan rumah saya, karena memang si D rumahnya didepan rumah saya.

Akan tetapi suatu ketika, tanpa tedeng aling, D memuntahkan sumpah serapah yang hanya layak disebut begundal pasar yang tak sekolah! Kata-kata itu dengan fasih diucapnya kepada siapapun yang ada didepannya termasuk istri saya.

Istri saya dengan terkejut, dan setengah tak percaya berusaha menegur dan menasehati, balasannya? dengan meludah dan menulurkan lidah D berlari tertawa-tawa, masuk kerumah dengan menghempas pintu depannya. Sebuah paradoks deskripsi seorang bocah berumur berumur 5 tahun.

Pertanyaan kita, dimana D mendapat pembelajaran seperti itu?
1. Orang tua, menjadi ladang utama bagi anak menyerap segala bentuk perilaku, perkataan baik atau buruk. Tanpa perhatian dari orang tua, mustahil anak menjadi anak yang baik. Bukankah bayi itu ibarat kertas putih, kedua orang tuanyalah yang akan menggoreskan apa jadinya anak itu kelak.
2. Lingkungan, dimana dia berkembang, belajar meniru segala bentuk tingkah laku lingkungannya.

D, seperti yang kami dapati, mendapat pelajaran langsung dari lingkungannya, tempat favoritnya adalah: Warnet! Warung internet, gudang informasi, tempat berkumpul segala macam latar belakang dan kepentingan. Kini menjadi semacam ruang spiritual dalam memenuhi keinginan hati tanpa batas. Tentu saja, bagi perkembangan anak ini sangat berbahaya.

Interaksi antar segala umur, tanpa batas terjadi disini. Segalanya bisa dilihat disini, segalanya bisa didengar disini. Alangkah buruknya, ketika anak mendapat pelajaran yang tidak sesuai dengan usianya diluar jangkauan orangtuanya.

Orang tua tidak semestinya membiarkan anak-anak bergaul tanpa batas di tempat seperti Warnet. Bukan saja anak seusia D, tapi juga anak-anak usia belajar, sangat rawan ketika berusaha menjadi dewasa ditempat seperti ini. Semoga Allah melindungi kita dan keluarga kita dari dampak buruk pergaulan saat ini.
Amiin, wallahu'alam bishowab.

Selasa, 04 Oktober 2011

Lagi, Guru Pukul Murid

Beberapa waktu ini, banyak menyita perhatian kita, kejadian-kejadian pemukulan murid oleh gurunya. Tentu saja hal ini harus kita sikapi dengan bijak, tidak semata-mata menyalahkan guru dalam kasus-kasus seperti ini tanpa menimbang permasalahannya. Walaupun sudah ada larangan menggunakan hukuman fisik kepada murid.

Pikiran saya melayang jauh 20 tahun lalu ketika saya duduk dibangku smp, kasus pemukulan murid menimpa saya. Masih segar dalam ingatan saya bagaimana guru tersebut marah, bahkan membanting meja hingga hancur, lalu menampar saya. Kita tau tidak mungkin guru tersebut sedemikian marah tanpa ada pemicunya. Dan sialnya justru memang saya yang membuat guru tersebut marah luar biasa. Rasanya tidak perlu saya ungkap detail kejadiannya disini.

Kejadian ini tidak saya laporkan kepada orang tua, karena saat itu jamak terjadi kasus-kasus serupa (bahkan saya mengalami banyak kejadian lain) dan akibat pemukulan itu tidak membekas secara fisik kepada saya, akan tetapi secara bathin sangat membekas bahkan hingga dua puluh tahun kemudian, menjadikan saya selalu berusaha untuk menghargai teman dan guru.

Saya berterima kasih kepada guru tersebut-walau tidak saya ucapkan kepadanya-tetapi dalam hati saya selalu tertanam rasa terima kasih kepadanya. Kejadian itu menyadarkan saya, betapa pentingnya untuk selalu berprilaku baik, karena kebaikan akan membuahkan kebaikan.

Kembali kepada kasus terkini, zaman telah berubah, alasan pemukulan murid oleh guru mungkin telah bergeser, atau barangkali resistensi murid telah berbalik, dengan berbagai sarana murid bisa mengungkapkan apa saja yang terjadi padanya. Lihatlah, anak-anak sekarang demikian mudah mengadukan perkara-perkara sepele yang terjadi padanya. Tentunya kita wajib memberikan pemahaman yang benar dengan menjelaskan segala sesuatu sebagaimana mestinya. Tanpa harus beremosi ria.

Sebagai orang tua yang dibesarkan dengan cara yang berbeda, barangkali kita menjadi demikian posesif terhadap anak. Akan tetapi tetaplah kita harus menimbang permasalahan ini dengan bijak. Kita butuh guru untuk mengajarkan anak-anak kita disaat kita sibuk mencari nafkah. Jika tak ada guru siapa yang mengajarkan anak-anak kita? tidak setiap kita diberi keahlian mengajarkan ilmu kepada anak.

Ada baiknya kita menjalin komunikasi yang baik dengan guru-guru anak-anak kita, bukanlah suatu keburukan saat guru-guru tersebut menjadi sahabat-sahabat kita, bahkan dengan komunikasi yang intensif kita bisa memperbaiki kekurangan yang ada pada anak-anak kita.

wallahu'alam bi shawab

Selasa, 27 September 2011

Usaha Brownies (2)

Bismillah,
Tanpa terasa 2 tahun lalu saya menulis tentang usaha brownies, karena 'kesalahan' tak disengaja membawa saya dan istri benar-benar terjun langsung memproduksi sendiri dengan brand "Brownies Athiyya". Udah jalan sejak satu setengah tahun lalu kini mulai menampakkan hasil. Produksi sudah stabil, dengan kualitas rasa yang cukup baik (walaupun masih terus ditingkatkan) kemasan pun gak kalah saing sama yang punya toko gede.
Sementara ini kami sengaja membuat brownies ini menjadi brownies rumahan. Dengan produksi terbatas, cukuplah buat makan sekeluarga...
Beberapa cara kami coba dengan marketing via internet, alhamdulillah sudah 3 x transaksi, dari Surabaya dan Makassar sejak posting Mei 2011 lalu. Menyenangkan sekali.. Semua kemudahan ini tentunya jangan sampai melalaikan kami dari selalu bersyukur kepada Allah, hanya kehendak Nya yang membuat kami bisa sampai titik ini.
Proses terus berlangsung, kami tidak ingin putus ditengah jalan, harapan dan do'a terus dipanjatkan, agar usaha brownies ini menjadi berkah bagi kami, dan kita semua... Atas kemurahan Mu ya Allah.. kami melangsungkan usaha ini... semoga kemudahan selalu engkau berikan kepada kami... Amin...

Jumat, 23 September 2011

Kisah Oknum Supir Taxi Telaga Punggur yang Curang

Beberapa waktu lalu, ibu saya bertandang ke Batam dari Tanjungpinang, qadarullah saya ga bisa jemput dengan motor, mengingat jarak Tiban dan Telaga Punggur +/- 40 KM. Saya menyarankan ibu menggunakan Taxi Resmi yang ada di Pintu Keluar pelabuhan.

Karena sudah terbiasa ibu mengikuti saran saya. Dengan mencarter langsung ke Tiban, biaya 80ribu. Dengan meyakinkan sisupir taxi membukakan pintu masuk, dan segera keluar dari pelabuhan Telaga Punggur. Perjalanan berjalan lancar diawalnya... setelah beberapa menit, si supir memperlambat kendaraan dan menepi ke kiri, mengambil penumpang!!

Ibu saya hanya bisa jengkel sambil memendam kesal. Alhasil masuklah penumpang baru, padahal ibu saya sudah mencarter satu mobil. Akan tetapi tanpa belas kasihan sisupir gak minta izin ke penumpang yang sudah sepakat langsung. Lebih bejat lagi sisupir lebih dahulu menghantar penumpang baru ke Harbourbay di Batu Ampar yang jaraknya ke Tiban +/- 20KM!!

Setelah penumpang turun dan membayar 50ribu kepada supir, sisupir dengan hati berbunga melanjutkan perjalanan mengantarkan ibu saya ke Tiban. Karena BBM menipis sisupir mampir ke SPBU untuk mengisi BBM dengan uang 50ribu dari penumpang gelap yang baru saja diantarkan.
Apakah yang terjadi??

ALLAHU AKBAR!!
Uang 50ribu dari penumpang gelap tadi ternyata robek hilang sebagian!! dan tidak bisa untuk membayar BBM!! dengan kesal sisupir bilang mau ngejar penumpang tadi. Dengan kesal yang sangat ibu saya protes! akhirnya sisupir mengalah mengantarkan ibu saya..

Demikianlah, kecurangan, ketamakan seseorang yang menzhalimi dirinya sendiri... semoga kita dapat mengambil pelajaran dari kisah ini...

Jumat, 12 Agustus 2011

Renungan sunyi seorang hamba

Bismillah,
Sejenak, kita kembali mengangkat memori-memori lama yang terendam dalam rasa.
Ingatlah saudaraku, siapa teman sekelasmu, 10, 20 atau 30 tahun lalu?
Hatiku berdetak lebih keras, kala mengingat-ingat memori indah itu,
Masa-masa sekolah, masanya kebodohan menguasai kita (tentu saja ini alasan kita sekolah)
Aku masih mengingat dengan jelas, siapa teman-teman sekolahku 20 tahun lalu...

Kami mengalami masa sekolah yang sama, mendapat pelajaran yang sama, dari guru yang sama, di ruangan berdinding papan yang sama, aduhai... kenangan ini, jauh benar engkau kini....

Kemanakah teman-temanmu saudaraku? adakah mereka mengingat hal yang sama denganmu?
Aduhai, kasihan jiwa ini merenung.. engkau dapati ruangan hatimu semakin kosong justru disaat engkau masuk semakin dalam.

Temanmu kini mungkin adalah seorang presiden, atau seorang dokter, bahkan seorang buruh bangunan atau pemabuk bahkan pengedar narkoba.

Ya, Rabb... adakah Engkau ciptakan romansa ini dengan sia-sia?

Ketahuilah kita hanyalah seorang hamba dari Zat yang Maha Agung, Allah subhana wata'ala.

Kini kita adalah dulu kita.

Takutlah dan berharaplah hanya kepada Allah subhana wata'ala.
Semoga kita terhindar dari keburukan Dunia dan Akhirat... Amin...